Setiap sisi Gunung Merapi adalah bagian dari satu kesatuan ekosistem unik yang menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat di sekelilingnya. Untuk menjaga kelestarian ekosistem ini dibutuhkan model pengelolaan yang utuh dan menyeluruh. Model pengelolaan ini sebaiknya melibatkan aspek ancaman, kerentanan dan kapasitas, aspek ekologi, sosial, ekonomi dan budaya masyarakat dan semua pemangku kepentingan Merapi; mempertimbangkan kepentingan setiap pelaku; dan sedapat mungkin melibatkan sebanyak mungkin pemangku kepentingan terkait dalam setiap tahapan kegiatan pengelolaan ancaman dan potensi Gunung Merapi.
Sebaran ancaman Gunung Merapi tidak mengenal batas wilayah administratif. Perubahan tingkat aktifitas gunung tersebut dapat dikaji gejalanya namun waktu terjadinya letusan, intensitas dan sebaran material letusan tidak mudah prediksi. Gejala yang teramati di satu kabupaten akan menjadi informasi penting bagi proses pengambilan keputusan di kabupaten lainnya. Begitu pula, urusan kemanusiaan juga melampaui batas-batas administratif. Dapat saja masyarakat yang tinggal di kawasan perbatasan satu kabupaten harus mengungsi ke wilayah kabupaten lainnya bila terjadi letusan. Oleh karena itu, diperlukan kerjasama lebih baik antar pemerintah kabupaten dan berbagai unsur masyarakat lainnya dalam penanganan kedaruratan maupun pengelolaan potensi Merapi.
Forum Merapi merupakan wadah kebersamaan untuk menyatukan kekuatan-kekuatan dan menjembatani komunikasi antar pelaku dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan bersama pengurangan risiko bencana Gunung Merapi serta menjaga kesinambungan daya dukung lingkungan bagi kehidupan masyarakat Merapi secara efisien, efektif dan terpadu.
Forum Merapi merupakan wadah kebersamaan untuk menyatukan kekuatan-kekuatan dan menjembatani komunikasi antarpelaku dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan bersama pengurangan risiko bencana letusan Gunung Merapi. Digagas 26 Mei 2006 oleh perwakilan pemerintah Kabupaten Klaten, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Magelang, Kabupaten Sleman, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Provinsi D.I. Yogyakarta.
Wadah kebersamaan ini menjadi penting mengingat setiap sisi Gunung Merapi adalah bagian dari suatu kesatuan ekosistem unik dan menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat sekelilingnya. Karenanya menjaga kelestarian ekosistem Gunung Merapi dibutuhkan model pengelolaan secara utuh dan menyeluruh melibatkan setiap aspek ekologi, kebencanaan dengan mempertimbangkan setiap pemangku kepentingan di setiap wilayah.
Tujuan: Menjembatani komunikasi dan pelaksanaan kegiatan bersama guna mewujudkan pengelolaan Gunung Merapi secara menyeluruh pada aspek ancaman, daya dukung lingkungan dan sosial-budaya masyarakatnya.
Sasaran: 1. Pemerintah Kabupaten Klaten, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Magelang, dan Kabupaten Sleman sebagai pengemban tanggungjawab utama pengurangan risiko bencana letusan Gunung Merapi.2. Masyarakat di kawasan rawan bencana letusan Gunung Merapi.3. Lembaga swadaya masyarakat, organisasi masyarakat, perguruan tinggi, dan para pelaku kemanusiaan lainnya
Manfaat:1. Terwujudnya penguatan kapasitas dan kinerja pemerintah kabupaten sebagai pemegang tanggungjawab utama pengurangan risiko bencana.2. Terjalin kerjasama secara sinergi di lintas kabupaten dan pelaku dalam pengelolaan ancaman, daya dukung lingkungan dan sosial-budaya masyarakat lereng Gunung Merapi.
RUANG LINGKUP DAN SUMBERDAYA
Ruang Lingkup:
Forum Merapi mencakup upaya-upaya pengurangan risiko bencana letusan Gunung Merapi secara bersama-sama antar kabupaten dan pemangku kepentingan lain tanpa menambah atau mengurangi kewenangan dan tanggungjawab dari masing-masing pemerintah daerah
Sumberdaya:
Sumberdaya meliputi sarana, pendanaan, sumberdaya manusia untuk pelaksanaan kegiatan-kegiatan Forum Merapi dipenuhi bersama oleh masing-masing kabupaten dan dukungan tidak mengikat dari lembaga-lembaga yang terlibat dalam Forum Merapi.
PARA PELAKU
1. Pemerintah kabupaten Klaten,
2. Pemerintah kabupaten Boyolali,
3. Pemerintah kabupaten Magelang,
4. Pemerintah kabupaten Sleman,
5. Pasag Merapi
6. PMI (Klaten, Boyolali, Magelang, Sleman)
7. Balai Penelitian dan Pengembangan Teknik Kegunungapian (BPPTK)
8. GLG-GTZ
9. Oxfam Great Britain
10. PSMB–LPPM UPN ”Veteran” Yogyakarta
11. UNDP
12. Unicef
13. Lembaga lain yang berkomitmen
ORGANISASI DAN MEKANISME KERJA
Pembina: Gubernur Jawa Tengah, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Pengarah: Bupati Klaten, Bupati Boyolali, Bupati Magelang, Bupati Sleman Koordinator Daerah: Sekretaris Daerah masing-masing kabupaten Lembaga Tim Teknis: 1. Bappeda/Bapeda 2.Dinas Kesehatan 3.Dinas Sosial 4.Kantor Kerbanglinmas 5.Dinas P3BA 6.Kantor/Dinas Pengelolaan Data Elektronik 7.Infokom/Humas 8.Sandi dan Telekomunikasi 9.BPPTK 10.Palang Merah Indonesia 11.GTZ-GLG 12.Oxfam GB 13.PSMB-LPPM UPN Veteran Yogayakarta 14. UNDP-ERA Koordinator Tim Teknis: SKPD yang menangani penanggulangan bencana di masing-masing kabupaten secara bergantian dalam periode 1 tahun
PENGURUS HARIAN FORUM MERAPI 2007 - 2008
Koordinator: Eddy Santosa, Kesbanglinmas Kabupaten Klaten (Telp: 0272-3124500). Email: eddy_s37@yahoo.co.id
Kesekretariatan: Wachju AP, Bapeda Kabupaten Klaten (Telp: 081548371440, Email: wachjuap@yahoo.com)
Pembantu Umum: Sigit Purwanto, PSMB-LPPM UPN “Veteran” Yogyakarta ( Telp: 085229024946, Email: sigit_purwanto68@yahoo.com)
PROGRAM KERJA DAN KEGIATAN PRIORITAS 2007 - 2008